Pantangan / Larangan dalam Bersetubuh / Bersenggama
.
Dalam melakukan persetubuhan hendaknya suami istri mengerti tata cara aturan bahwa hubungan tersebut diharapkan dapat menghasilkan seorang anak yang baik, maka perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut :
Jika persetubuhan antara laki-laki dan perempuan dengan diiringi perasaan yang tidak baik, dalam arti waktu bersetubuh baik pihak laki-laki maupun pihak perempuan dilakukan dengan membayangkan bersetubuh dengan orang lain yang disukainya, lebih-lebih jika perempuannya yang tidak puas dengan pasangannya dan menyukai pria lain. Jika hal ini terjadi maka terjadilah apa yang dinamakan "Sambekala lanange murka, wadone rusuh / reged" yang akan menyebabkan anak yang dikandung akan menjadi penuh dengan kotoran. Mulia, melarat, pintar,
bodoh, celaka, luhur, dsb yang akan dipikul nantinya oleh si anak pada kenyataannya tergantung
dari apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya, yang meliputi :
.
Dalam melakukan persetubuhan hendaknya suami istri mengerti tata cara aturan bahwa hubungan tersebut diharapkan dapat menghasilkan seorang anak yang baik, maka perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut :
- Bersetubuh / bersenggama pada saat malam tanggal satu atau akhir bulan (tanggal 29 atau 30) Jawa / Hijriah. Jika dari hubungan badan tersebut menghasilkan anak maka anak tersebut akan tidak punya akal alias gila.
- Bersetubuh / bersenggama pada malam Idul Fitri atau Idul Adha. Jika dari hubungan badan tersebut menghasilkan anak maka anak tersebut akan cacat pada tangan atau kakinya
- Bersetubuh / bersenggama pada saat akan bepergian atau berada di perantauan. Jika dari hubungan badan tersebut menghasilkan anak maka anak tersebut akan menghabiskan harta benda orang tuanya.
- Bersetubuh / bersenggama di tempat sampah. Jika dari hubungan badan tersebut menghasilkan anak maka anak tersebut akan menjadi durjana.
- Bersetubuh / bersenggama sambil telanjang bulat. Jika dari hubungan badan tersebut menghasilkan anak maka anak tersebut akan tidak punya malu.
- Bersetubuh / bersenggama sambil melihat kemaluan. Jika dari hubungan badan tersebut menghasilkan anak maka anak tersebut akan buta matanya atau pikirannya (bodoh).
- Bersetubuh / bersenggama sambil melihat bintang / bulan di langit. Jika dari hubungan badan tersebut menghasilkan anak maka anak tersebut akan kehilangan cahaya.
- Gaya bersetubuh / bersenggama "sambil membelakangi pasangannya". Jika dari hubungan badan tersebut menghasilkan anak maka anak tersebut akan bodoh dan tidak tahu benar dan salah.
- Gaya bersetubuh / bersenggama "sambil miring". Jika dari hubungan badan tersebut menghasilkan anak maka anak tersebut akan suka jahil dan suka memfitnah.
- Gaya bersetubuh / bersenggama "sambil berdiri". Jika dari hubungan badan tersebut menghasilkan anak maka anak tersebut akan menjadi pemarah, sombong dan suka mengambil barang orang lain.
- Gaya bersetubuh / bersenggama "sambil tidur". Jika dari hubungan badan tersebut menghasilkan anak maka anak tersebut akan banyak celakanya.
- Bersetubuh / bersenggama pada malam hari Minggu, Selasa, Rebo, Sabtu. Jika dari hubungan badan tersebut menghasilkan anak maka anak tersebut akan tidak suka agama.
Jika persetubuhan antara laki-laki dan perempuan dengan diiringi perasaan yang tidak baik, dalam arti waktu bersetubuh baik pihak laki-laki maupun pihak perempuan dilakukan dengan membayangkan bersetubuh dengan orang lain yang disukainya, lebih-lebih jika perempuannya yang tidak puas dengan pasangannya dan menyukai pria lain. Jika hal ini terjadi maka terjadilah apa yang dinamakan "Sambekala lanange murka, wadone rusuh / reged" yang akan menyebabkan anak yang dikandung akan menjadi penuh dengan kotoran. Mulia, melarat, pintar,
bodoh, celaka, luhur, dsb yang akan dipikul nantinya oleh si anak pada kenyataannya tergantung
dari apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya, yang meliputi :
- Baik buruknya perilaku / watak kedua orang tuanya
- Suci atau tidaknya kedua orang tua dalam bersetubuh yaitu bagaimana keikhlasan sikap saling menerima satu sama lain
- Bagaimana tindakan orang tua dalam bersetubuh, apakah hanya diliputi itikad memuaskan hawa nafsu saja ataukah persetubuhan yang dilakukan karena benar-benar menginginkan mendapatkan keturunan yang baik
- Dari waktu melakukan persetubuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar